Madrasah Ibtidaiyah Mathla’ul Anwar Cisarua Menuju Sekolah Hijau dan Ramah Anak: Inisiatif Visioner dari Kepala Madrasah, Ibu Yiyin Mulyani, S.Pd.

Madrasah Ibtidaiyah Mathla’ul Anwar Cisarua tengah melakukan lompatan besar menuju predikat Sekolah Hijau dan Ramah Anak. Inisiatif ini merupakan gagasan strategis dari Kepala Madrasah, Ibu Yiyin Mulyani, S.Pd., yang melihat pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya asri dan berkelanjutan, tetapi juga aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.

Visi Sekolah Hijau dan Ramah Anak

Gagasan sekolah hijau bukan hanya tentang menanam pohon atau menciptakan ruang hijau, tetapi juga membangun budaya peduli lingkungan di seluruh elemen madrasah. Sementara itu, konsep sekolah ramah anak menekankan pentingnya sekolah sebagai tempat yang melindungi hak anak, menghargai suara mereka, dan memastikan tidak ada kekerasan dalam proses pendidikan.

Bagi Ibu Yiyin Mulyani, kedua konsep ini saling melengkapi. Lingkungan yang hijau akan menghadirkan suasana belajar yang tenang dan menyenangkan, sedangkan lingkungan yang ramah anak menjamin anak merasa aman untuk belajar, berinteraksi, dan berkembang.

Langkah Strategis Menuju Madrasah Hijau dan Ramah Anak

1. Penghijauan Menyeluruh di Area Madrasah

Madrasah Ibtidaiyah Mathla’ul Anwar Cisarua memperluas area tanam, menambah pohon peneduh, dan membuat taman tematik sebagai ruang belajar luar kelas. Lingkungan yang asri menjadi identitas baru madrasah.

2. Pembiasaan Lingkungan Bersih dan Pengelolaan Sampah

Penerapan pemilahan sampah, bank sampah madrasah, serta edukasi tentang pengurangan penggunaan plastik menjadi kegiatan rutin. Siswa diajak memahami makna kebersihan sebagai bagian dari iman sekaligus bagian dari menjaga bumi.

3. Sekolah yang Aman, Nyaman, dan Bebas Kekerasan

Sebagai sekolah ramah anak, madrasah menerapkan kebijakan anti-perundungan, menata ruang kelas yang bersih dan aman, serta membangun hubungan guru–siswa yang hangat dan menghargai hak anak. Guru didorong untuk memberikan pendekatan pengajaran yang inklusif dan penuh empati.

4. Pembelajaran Kontekstual Berbasis Lingkungan

Konsep hijau masuk ke dalam pembelajaran. Siswa belajar sains dari tanaman di halaman, matematika dari pengukuran pertumbuhan tanaman, hingga seni dari daur ulang barang bekas. Dengan cara ini, siswa belajar secara langsung dari alam di sekitar mereka.

5. Keterlibatan Orang Tua dan Komunitas

Program sekolah hijau dan ramah anak juga dirancang dengan melibatkan orang tua serta masyarakat sekitar. Gotong royong, kerja bakti, dan kegiatan parenting menjadi langkah untuk memperkuat sinergi antara madrasah dan lingkungan sosialnya.

Peran Sentral Ibu Yiyin Mulyani, S.Pd.

Inisiatif perubahan ini tidak terlepas dari kepemimpinan visioner Ibu Yiyin Mulyani, S.Pd. Beliau tidak hanya mencetuskan gagasan, tetapi turut menggerakkan seluruh warga madrasah untuk berpartisipasi aktif. Cara beliau memimpin dengan pendekatan humanis, edukatif, dan teladan menjadi energi besar bagi terlaksananya program ini.

Menurut Ibu Yiyin, “Madrasah harus menjadi ruang yang menumbuhkan kecintaan pada lingkungan sekaligus menjadi tempat aman dan menyenangkan bagi anak. Ketika lingkungan dan hati anak sama-sama terjaga, pendidikan akan tumbuh dengan lebih baik.”

Harapan Ke Depan

Madrasah Ibtidaiyah Mathla’ul Anwar Cisarua berharap dapat menjadi model bagi madrasah lain dalam menciptakan sekolah yang hijau, sehat, dan ramah anak. Dengan kerja sama seluruh pihak, madrasah yakin dapat menciptakan generasi yang bukan hanya cerdas secara akademis, tetapi juga peduli lingkungan dan memiliki karakter kuat.

Transformasi ini adalah langkah nyata menuju masa depan pendidikan yang lebih baik—dimulai dari lingkungan yang asri, aman, dan penuh kasih.

Facebook
X
Pinterest
WhatsApp
Email